Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » Sain Tech
KOMPETENSI : Murah di Mulut, Mahal di Timbangan
Tutor by: Menhard dibaca:4579 kali, Posted on 2012-03-02 04:52:36

KOMPETENSI: Murah di Mulut,  Mahal di Timbangan

 

Dewasa ini sangat sering kita mendengar orang mengucapkan “kompetensi”. Sadar atau tidak kita yang mendengar kata “kompetensi” itu di ucapkan mengangguk-angguk tanda paham dan setuju, walaupun dalam hati kita masih meraba-raba apa sebenarnya maksud kata kompetensi. 

A competency refer to an individual’s demonstrated knowledge, skills and attitude (KSA’s) perform to a specific standard. Competencies are observable, behavioral acts that require a combination of KSAs to execute.  They are demonstrated in a job context and as such, are influenced by an organization’s culture and work environment. In other words, competencies consist of a combination of knowledge, skill and abilities that are necessary in order to perform a major task or function in the work setting. (JGN Consulting Denver . USA)

Cut Zurnali (2010) dalam bukunya yang berjudul "Learning Organization, Competency, Organizational Commitment, dan Customer Orientation : Knowledge Worker - Kerangka Riset Manajemen Sumberdaya Manusia di Masa Depan" merangkum beberapa pengertian kompetensi dari pakar. Berikut akan disajikan definisi kompetensi :

  1. Richard E. Boyatzis (2008) mengemukakan : kompetensi merupakan karakteristik-karakteristik dasar seseorang yang menuntun atau menyebabkan keefektifan dan kinerja yang menonjol.
  2. Menurut Glossary Our Workforce Matters (Sinnott. et.al: 2002), kompetensi adalah karakteristik dari karyawan yang mengkontribusikan kinerja pekerjaan yang berhasil dan pencapaian hasil organisasi. Hal ini mencakup pengetahuan, keahlian dan kemampuan ditambah karakteristik lain seperti nilai, motivasi, inisiatif dan control diri.
  3. Le Boterf dalam Denise et al (2007) menyatakan : kompetensi merupakan sesuatu yang abstrak; hal ini tidak menunjukkan adanya material dan ketergantungan pada kegiatan kecakapan individu. Jadi kompetensi bukan keadaan tapi lebih pada hasil kegiatan dari pengkombinasiaan sumberdaya personal (pengetahuan, kemampuan, kualitas, pengalaman, kapasitas kognitif, sumberdaya emosional, dan lainnya) dan sumberdaya lingkungan (teknologi, database, buku, jaringan hubungan, dan lainnya).
  4. Menurut Sinnott et.al (2002), kompetensi adalah alat pengkritisi dalam tugas kerja dan pergantian perencanaan. Di tingkat minimum, kompetensi berarti: a) mengenali kapabilitas, sikap dan atribut yang dibutuhkan untuk memenuhi staf saat ini dan dimasa depan sebagai prioritas organisasi dan pertukaran strategis dan b) memfokuskan pada usaha pengembangan karyawan untuk menghilangkan kesenjangan antara kapabilitas yang dibutuhkan dengan yang tersedia.

Pada banyak penelitian dan Disertasi, peneliti banyak menggunakan acuan pada definisi kompetensi yang dikemukakan oleh Richard E. Boyatzis, yang menyatakan kompetensi merupakan karakteristik-karakteristik dasar seseorang yang menuntun atau menyebabkan keefektifan dan kinerja yang menonjol sebagai pengertian kompetensi

Menurut Yodhia Antariksa (2007), secara general, kompetensi sendiri dapat dipahami sebagai sebuah kombinasi antara ketrampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi. Dalam sejumlah literatur, kompetensi sering dibedakan menjadi dua tipe, yakni soft competency atau jenis kompetensi yang berkaitan erat dengan kemampuan untuk mengelola proses pekerjaan, hubungan antar manusia serta membangun interaksi dengan orang lain. Contoh soft competency adalah: leadership, communication, interpersonal relation, dll. Tipe kompetensi yang kedua sering disebut hard competency atau jenis kompetensi yang berkaitan dengan kemampuan fungsional atau teknis suatu pekerjaan. Dengan kata lain, kompetensi ini berkaitan dengan seluk beluk teknis yang berkaitan dengan pekerjaan yang ditekuni. Contoh hard competency adalah : electrical engineering, marketing research, financial analysis, manpower planning, dll. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kompetensi), diakses 2 Maret 2012, jam 10.15)

Sebagai acuan pengertian kompetensi, Mendiknas Republik Indonesia, mendefinisikan :

“Kompetensi adalah seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggungjawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan tertentu (SK Mendiknas No. 045/U/2002, Ps. 21)”

Berdasarkan berbagai pendapat di atas terlihat jelas bahwa kompetensi berkaitan dengan kombinasi antara keterampilan (skill), atribut personal, dan pengetahuan (knowledge) yang tercermin melalui perilaku kinerja (job behavior) yang dapat diamati, diukur dan dievaluasi.

Untuk melahirkan keterampilan tentu membutuhkan pendidikan dan pelatihan. Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dan keahlian terapan tertentu  maksimal setara dengan program sarjana (Penjelasan Pasal 15, UU SPN No. 20 tahun 2003). Berkaitan dengan tujuan pendidikan itu, dapat diartikan bahwa pendidikan harus mampu membekali pembelajar dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai, yang memungkinkan para lulusan memiliki kompetensi agar mampu berfungsi dengan baik di tengah masyarakat, masa kini dan masa depan.

 

Pengertian-pengertian di atas memberikan pemahaman kepada kita tentang kompetensi dan tentu saja bagaimana cara mendapatakan kompetensi itu. Ketika kita dengan mudah mengucapkan kata kompetensi, tentu kita harus sadar dan paham bahwa dibalik kata kompetensi itu terdapat berbagai konsekwensi logis yang menyertainya. Antara lain, bahwa kompetensi itu tidak timbul begitu saja dengan mudah, butuh waktu, pendidikan, pelatihan, tentu saja dana yang tidak sedikit.

Untuk melahirkan lulusan yang kompeten, khususnya di bidang informatika terapan, Yayasan Dharma Bakti Putera Muslim Indonesia melalui AAM Plus IPI-Leppindo Group, memberikan Laptop sebagai fasilitas belajar mahasiswa. Pada tahun ajaran 2011/2012, tidak kurang dari 780 buah Laptop yang diberikan kepada seluruh mahasiswa baru. Miliaran rupiah yang digelontorkan untuk mendukung agar lulusan kompeten di bidang informatika. Ini baru ditinjau dari satu sisi saja. Belum lagi jika dilihat dari besarnya pengeluaran orang tua mahasiswa untuk membiayai keseharian mahasiswa.

Dan memang, kompetensi itu mudah saat mengucapkan, tetapi butuh banyak hal untuk mewujudkannya. Tidak hanya butuh tekad dan kemauan yang besar, tetapi butuh berbagai pengorbanan untuk mencapainya.



Loading...
 Komentar Lainnya (3)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document