Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Bukan Cappuccino oh Cappuccino (lagi) – Bungo Galeh (2)
Tutor by: Menhard dibaca:7077 kali, Posted on 2012-04-02 03:53:08

 


Bukan Cappuccino oh Cappuccino (lagi) – Bungo Galeh…. ( 2 - habis )

 

Terkadang penjual duku juga memanggil calon pembeli dengan nyanyian yang sederhana liriknya. Seperti berpromosi ia mendendangkan dalam irama yang khas "duku palembang ko kanduang duku palembang" (penjual ingin menegaskan bahwa ini duku palembang lho - penulis), hanya itu kata-kata yang di"replay" disenandungkan untuk menarik perhatian pembeli.

Teknik menarik minat pembeli dengan penataan penyajian sebagaimana penjualan duku (lihat Bungo Galeh-1) adalah salah satu alternatif yang dapat dipakai untuk mengundang agar pembeli datang untuk berbelanja. Kismono (2001:357) menyebutkan terkadang pengecer menjual beberapa produk yang menarik dengan harga yang lebih murah dibanding harga normal, tujuannya adalah sebagai primadona jualan alias "bungo galeh" yang mengundang pembeli untuk datang ke toko.

Toko Serbu (singkatan) Serba Lima Ribu, atau Serba Enam Ribu dan lain-lain menjadikan harga "lima ribu" atau "enam ribu" itu sebagai “bungo galeh”nya, sehingga konsumen merasa tertarik untuk berbelanja. Walaupun dalam prakteknya harga barang lain yang ditawarkan terkadang bernilai jual lebih dari "lima  atau enam ribu".

Pada berbagai perusahaan, sengaja di tampilkan “bungo galeh” wajah-wajah segar (bukan sangar), wanita atau pria yang relatif muda usia untuk melayani nasabah atau konsumen. Wajah segar itu bukan untuk dijual, salah satu fungsi mereka sama, untuk membuat para konsumen dan nasabah merasa betah dan nyaman dalam berurusan.

Teringat pula saya kepada mantan mahasiswa yang kini sudah merintis usaha sendiri di bidang property. Ia membangun di sebahagian lahan yang dimiliki. Pertama kali di bangun adalah yang berada pada bagian belakang, demikian juga ketika ia akan menjual tanah kaplingan. “Yang bagian belakang dijual dahulu, Pak”,  si mantan mahasiswa memberikan penjelasan kepada  Saya. Alasannya juga sama, agar tanah yang tinggal (bahagian depan) bisa lebih cepat terjual nantinya dan harganya lebih tinggi. Untuk “bungo galeh” sengaja dibangun beberapa rumah contoh.

 

Gambar : Orange Juice, www.ydtalk.com/food/2012/02/

Begitu pentingnya “bungo galeh” alias hiasan jualan, ketika saya bertanya pada teman yang seorang bartender, menyebutkan contoh, adanya irisan jeruk di bibir gelas, saat kita memesan Orange Juice. Katanya “fungsi irisan jeruk adalah untuk estetika, disamping untuk pembangkit selera!” Sembari dia mengingatkan agar irisan jeruk itu tidak dimakan. “Jangan diganggu dan dimakan, itu adalah “bunga”nya”, katanya berkias. Wadddouuuuuw…. Gitu ya…..?!

 

 



Loading...
 Komentar Lainnya (2)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document