Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Cappuccino Cincau 9 - Franchising
Tutor by: Menhard dibaca:6704 kali, Posted on 2012-03-21 00:54:36



Cappuccino Cincau 9 – Franchising

 

Ketika memberi perkuliahan ada mahasiswa yang nyelutuk bertanya, “Pak, nampaknya Cappuccino Cincau sudah sampai edisi 8, apa Bapak punya usaha itu?”  Sebelum menjawab pertanyaannya, saya balik bertanya : “Kenapa?” Dengan sedikit ragu mahasiswa tadi menjawab: “Kalau Bapak punya usaha itu, kami pingin mencicipi rasanya, dan minta discount Pak”, balas mahasiswa sambil tersenyum dan disambut tawa mahasiswa lain. Saya juga tersenyum dan maklum (mahasiswa saya menduga-duga, mungkin karena  tulisan Cappuccino Cincau “sudah tayang dalam beberapa episode”), saya menjelaskan bahwa saat ini tidak memiliki usaha itu, namun saya tertarik untuk mengamati  dan mengangkatnya sebagai judul tulisan. “Cappuccino Cincau kan lagi hot-hotnya di Pekanbaru”, imbuh saya. (Saya menggunakan istilah hot, walaupun kebanyakan dijual dalam keadan cold alias dingin, hehehehe....)

Mahasiswa lain bertanya, “kira-kira bagaiamana cara yang dapat kita pertimbangkan dan pilih jika ingin memiliki sebuah usaha, Pak ?”.  Merujuk dan mengutip yang dikemukakan Fuad, dkk (2001:43) untuk memiliki sebuah usaha ada beberapa pilihan, yakni : “membeli perusahaan yang sudah ada; memulai perusahaan baru; membeli hak lisensi”, Jawab saya.

“Membeli hak lisensi, apa pula bendanya tuh pak?” Mahasiswi yang duduk disudut kiri depan kelas bertanya. Saya mejelaskan dengan menguraikan pendapat Kismono. “Waralaba atau franchise adalah suatu lisensi yang dijual oleh pemilik usaha waralaba (franchisor) kepada pihak yang berminat dengan usaha waralaba (franchisee) untuk memproduksi atau menjual produk sesuai spesifikasi bentuk dan kondisi. Pemegang lisensi mempunyai hak untuk menggunakan sistem manajemen atau teknik produksi tertentu yang digunakan oleh pemilik lisensi” (Kismono, 2001:153).

Bagaimana dengan usaha Cappuccino Cincau? Dapatkah di”franchise”kan?

Boleh saja diwaralabakan, perlu diingat bahwa ada beberapa tipe dasar dari waralaba.

  1. Trade Name Franchising, dalam hal ini franchisee memperoleh hak untuk memproduksi. Artinya produk yang dihasilkan berada dibawah lisensi franchisor.
  2. Product Distribution Franchising, franchisee memperoleh hak untuk distribusi produk pada wilayah tertentu.
  3. Pure Franchising, dalam hal ini franchisee memperoleh hak seluruhnya, mulai dari merek, penjualan, peralatan, metode operasi, strategi pemasaran, bahan baku, manajemen dan lain-lain.

“Tentu saja, waralaba membutuhkan kesepakatan dan kesepahaman kedua belah pihak, franchisor dan franchesee”, tutup saya mengakhiri perkuliahan karena bell pergantian jam berbunyi.  

Akankah Cappucino Cincau yang terkenal di Pekanbaru itu diwaralabakan? Adakah yang berminat? Yuk kita tunggu perkembangannya, sambil minum Cappuccino Cincau tentunya.

 

Hmmmmm………. 

 

 



Loading...
 Komentar Lainnya (10)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document