Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Izin di 100 Lokasi, PARKIR (gratis) sebagai SERVICE EXCELLENT
Tutor by: Menhard dibaca:5733 kali, Posted on 2013-05-04 08:20:38

 


Izin di 100 Lokasi,  PARKIR (gratis) sebagai  SERVICE EXCELLENT  (1)


Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. . . . . . Termasuk dalam pengertian parkir adalah setiap kendaraan yang berhenti pada tempat-tempat tertentu baik yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas ataupun tidak, serta tidak semata-mata untuk kepentingan menaikkan dan/atau menurunkan orang dan/atau barang. (http://id.wikipedia.org/wiki/Parkir). Fasilitas parkir berbentuk Parkir di pinggir jalan, Parkir di luar badan jalan. Menguatkan pengertian di atas, Kamus Besar Bahasa Indonesia online menyebutkan parkir /par·kir/ v cak memarkir;  yakni menghentikan atau menaruh (kendaraan bermotor) untuk beberapa saat di tempat yg sudah disediakan: (http://kbbi.web.id/). Bahkan untuk keteraturan dan keseragaman perlakuan terhadap parkir, Pemda Kota Pekanbaru, menerbitkan aturan NO. 02 Tahun 2011 Tentang  Pajak Parkir, yang diundangkan pada tanggal 23 Februari 2011.

Adalah kebiasaan saya saban pagi jajan sarapan. Bubur kacang padi (bubur kacang Ijo) yang menjadi menu favorit. Beberapa bulan yang lalu harganya cukup Rp. 5.000 per cup plastik, namun mungkin karena kenaikan harga bahan bakunya sekarang naik menjadi Rp. 6.000,-. Karena bubur itu di keluarga hanya saya saja yang menjadikannya sebagai sarapan utama di pagi hari, maka hampir saban hari saya mampir untuk membeli, walau hanya satu cup saja. Dan hampir saban hari kalau petugas parkir ada, maka bertambah pengeluaran dengan bayar biaya parkir.  Lama-lama terfikir juga oleh saya, lumayan juga besarnya biaya parkir yang harus saya keluarkan. Belanja Cuma Rp. 6.000,- Biaya parkir sepeda motor Rp. 1.000,- (lebih sering membayar Rp. 1.000,- dibanding Rp. 500,- karena karena uang logam Rp. 500,- kebetulan tidak ada). Akhirnya muncul keputusan saya tidak lagi membeli sarapan pagi di lokasi tersebut, mencari alternatif penjual lain. Terasa berat membayar, karena besaran biaya parkir yang cukup material dibanding dengan belanja pokok. Lain lagi cerita teman saya tentang parkir. Ia tidak mau berbelanja ketempat-tempat yang parkirnya sulit, karena khawatir mobilnya tergores ketika sedang parkir.

 

 

Kita kembali kepada topik atau judul tulisan di atas. Jika ada 100 toko tersebar  di 100 lokasi dengan produk sama dan harga jual yang sama, maka pelanggan tentu akan dengan tenang memilih tempat yang terdekat dengan mereka untuk berbelanja (karena harga yang sama murahnya di setiap toko), tetapi dalam penerapan Service Excellent (pelayanan prima) bisa saja terdapat perbedaan.

Pada tulisan saya terdahulu (lihat Cappuccino Cincau 10 – Service Excellent) saya mengungkapkan apa yang dikemukakan Vincent Gespersz, sebagai mana yang dikutip Maddy (2009) dalam  http://ammarawirausaha.blogspot.com/2009/10/ hakikat-dan-pengertian-pelayanan-prima.html, yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan antara lain meliputi dimensi-dimensi antara lain kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan petunujuk/panduan lainnya, serta kualitas pelayanan berkaitan dengan sedikit banyaknya petugas yang melayani serta fasilitas pendukung lainnya.

 

 

--------------------------------------------------------bersambung -------------------



Loading...
 Komentar Lainnya (2)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document