Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Izin di 100 Lokasi, PARKIR (gratis) sbg SERVICE EXCELLENT 2
Tutor by: Menhard dibaca:5672 kali, Posted on 2013-05-04 08:23:49


Izin di 100 Lokasi,  PARKIR (gratis) sebagai  SERVICE EXCELLENT  (2)

 

Karena konteks judul kita adalah pelayanan prima (service excellent), maka salah satu yang perlu diperhatikan adalah berkaitan dengan keluhan pelanggan tentang perparkiran. Pelanggan yang tidak jadi berbelanja karena area parkir yang sempit, atau karena biaya parkir atau hal-hal lain tentang parkir yang menjadi penyebab pelanggan merubah keputusannya. Itulah yang menjadi titik perhatian kita.

Mengingat bahwa pelayanan prima itu adalah kemampuan perusahaan dengan segala sumberdayanya untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan, maka budaya agar pelanggan merasa puas harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan. Citra atau nama baik yang kita peroleh dari pelanggan yang puas adalah modal yang sangat berharga untuk perkembangan usaha di masa yang akan datang. Parkir merupakan salah satu bahagian dari upaya perusahaan dalam “mengundang calon pelanggan” agar mau mampir.

 

 

Pelayanan khususnya parkir dapat membedakan 1 diantara 100 toko yang dibuka. Saya sudah melihat dan merasakan langsung salah satu cabang diantara 100 toko yang dibuka tadi menggratiskan parkir kepada pelanggan. Dibenak saya/pelanggan tercatat dan muncul persepsi bahwa “parkir gratis”, walaupun biaya parkir pelanggan dibayarkan oleh toko kepada pemerintah. Hal ini adalah sebuah contoh terobosan memberikan kenyamanan berbelanja kepada pelanggan, karena diberikan kemudahan berupa “gratis” parkir. Bahkan menurut pengamatan saya ada saja pelanggan toko sebelah yang numpang parkir karena di gratiskan. Bagaimanapun juga pelanggan ingin harga ekonomis dengan pelayanan prima.

Saya teringat cerita dosen ketika dahulu saya kuliah. “Ibu-ibu jika berbelanja, selisih harga 1 rupiah akan dikejar sampai ke ujung pasar”, kata beliau. Maksudnya bila ada satu toko yang menjual dengan harga yang lebih murah, maka walaupun jauh, akan dikunjungi oleh pembelinya. Kalau kita hubungkan dengan apa yang dikemukakan Gugup Kismono (2001:356,357) strategi penetapan harga Odd Pricing (penjual menetapkan harga dibawah jumlah yang genap, misal Rp.9.995,- untuk menyatakan harga lebih murah / di bawah Rp. 10.000,-) atau strategi penetapan harga Leader Pricing (penjual menetapkan harga beberapa produk yang menarik di bawah harga normal), maka cerita dosen saya tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menggratiskan parkir kepada pelanggan. Bisa saja calon pelanggan berfikir harga barang yang akan dibeli sama, tetapi di salah satu toko Parkirnya “gratis”,  jadi lebih baik belanjanya disitu saja. Saya juga ingat SMS candaan seorang teman karib, “Awak ko suko bana ka nan perai! ” (“kita” ini sangat suka kepada yang gratis-penulis).

100 toko bisa saja sama dan seragam tampilan desain interior dan exteriornya, tetapi dalam perkembangan selanjutnya pelanggan akan melihat dan memilih toko terbaik yang melayani dan memenuhi keinginannya !.  Maka sesungguhnya akan ada kompetisi 100 toko untuk memberikan Service Excellent,  dimana Anda dan saya adalah Jurinya …….!!!    


Ada yang berminat menjadi Juri?,  buruan daftar, GRATIS lho...!



Loading...
 Komentar Lainnya (4)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document