Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Entrepreneurship : Biayai Kuliah Sendiri, Bisnis donk! (2)
Tutor by: Menhard dibaca:5273 kali, Posted on 2013-05-17 08:07:43

 

 

Entrepreneurship : Biayai Kuliah Sendiri,  Bisnis donk! (2)   ..lanjutan .....

 

Bisnis menjual pulsa elektrik itu hanya berlangsung sebentar saja  karena saya mendapat ide lain yang lebih menantang, yaitu sebagai marketing penjualan barang Elektronik (penjualan Komputer/Laptop).  Dari usaha ini saya bisa memperoleh pendapatan berkisar 100-350 Ribu rupiah untuk penjualan per unitnya. Lumayan lah buat tambahan tabungan dan jajan. Asyiiiiiiiikkkk……!

 

Awalnya saya ikut tim marketing freelance penjualan komputer atau laptop itu, iseng-iseng saja. Saya pergi ke toko komputer di Jl. Sudirman di Psr. Inpres Bangkinang “Toko $$$$ Komputer“.  Disana meminta brosur, harga berkisar Rp. 2.500.000- sampai Rp. 6.000.000,- untuk laptop mini atau yang sering kita kenal dengan yang namanya Notebook. Singkat cerita setelah saya mendapatkan beberapa brosur itu mulailah saya menawarkan laptop itu kepada teman saya atau sahabat saya yang kebutulan dia lagi cari notebook. Nah, dari situ saya mulai melobinya. Akhirnya saya pun berhasil mendapatkan satu Pembeli, dia membeli notebook yang harga awalnya Rp. 2.750.000,- dan saya menjual  seharga Rp. 3.250.000,-, Wach… keterlaluan ya saya ambil untungnya?.  Tapi nggak apalah, baru belajar berbisnis nie, ucap saya dalam hati. Ternyata keberuntungan masih berpihak pada Saya.  Sewaktu membelikan laptop pesanan  itu, Saya di beri diskon 15 % oleh pihak toko. Karena saya ingin memberi  service kepada pembeli, saya beri bonus pembelian laptop itu sebuah pembersih keyboard dan  layarnya, kemudian saya belikan sticker hanya menghabiskan modal kurang lebih Rp. 50.000,-. Dari situlah saya juga mengenal bagaimana susah mencari uang sendiri.  Tidak hanya satu unit notebook yang saya jual kalau nggak salah ingat ada 6 unit notebook yang terjual. Saya juga di beri bonus sama orang komputer itu karena telah membantu menjualkan produk toko tersebut, karena awalnya saya menceritakan terlebih dahulu bahwa laptop yang dibeli bukan untuk Saya tapi untuk di jual lagi. Akhirnya bos itu juga memberikan bonus tambahan kepada Saya. Alhamdulilah rezeki yang saya cari cukup untuk sekolah Saya, bahkan berlebih dan lebihnya di tabung untuk cadangan uang kuliah Saya.

 

Orang tua saya sempat marah karena mengetahui saya sebagai tim marketing freelance dan takutnya terjadi apa-apa pada anaknya.  Saya berupaya sepandai-pandainya mencoba memberikan penjelasan kepada beliau agar mereka mengerti. Akhirnya mereka mengerti  dan senangnya ayah pun juga ikut menjalin kerja sama dengan toko komputer lain untuk membantu menjualkannya.  Bedanya keuntungan dari penjualan tersebut di bagi 2 dengan ayah jadi  50 : 50, karena ayah juga berperan aktif dalam penjualan tersebut. Lumayan lah tambah-tambah uang jajan.  Nah begitulah kegiatan saya selama saya masih berada bangku SMA.

 

Selanjutnya Saya kuliah di Pekanbaru di IPI dan AAM Riau, Alhamdulillah juga di percaya untuk membantu dan bekerja di Front Office. Saya menjual karpet sebagai bisnis yang baru. Penjualan karpet ini sangat berkembang. Pelanggannya tidak hanya ada di kota Pekanbaru, tetapi juga ada di Bangkinang dan Tapung. Sekarang saya sudah bisa memberikan keringanan dengan memberikan kesempatan untuk Angsuran bagi pelanggan. Distributor karpet di Jakarta juga sudah mempercayai Saya, dengan memberikan keringanan dalam pembayaran. Saya juga boleh nyicil. Di rumah, aktivitas yang saya lakukan membuka kedai barang harian, Saya menjual pulsa  kembali. Orang tua saya membayarkan uang kuliah hanya sampai semester 1 saja, dan semester 2 saya dapat membiayai kuliah melalui hasil keringat sendiri. Disamping itu saya juga menjadi member beberapa produk kosmetika yang berbasis MLM.

 

Mencermati upaya dan semangat wirausaha yang di lakukan oleh Sdri. Nur’aini Wahdani ini, terutama bagi mahasiswi kiranya dapat kita jadikan sebagai motivasi dalam memulai karir bisnis. Kita juga dapat mengambil dorongan motivasi dari semangat R.A Kartini. Sebagai mana ditulis   dalam Alma (2004:31) surat Ibu Kartini dibukukan pula dengan judul Leters of A Javanese Princess dan beredar di Amerika semenjak tahun 1921 oleh Charles Scribner Sons, New York, terjemahan Agnes Louise Symmers menyebutkan bahwa Ibu Kartini dalam perjuangannya menyadari bahwa The freedom of women could only come throught economic independence (kebebasan wanita hanya bisa datang dari kebebasan ekonomi).

Ayo, mari mulai menjadi wirausaha, dari sekarang....!!!



Loading...
 Komentar Lainnya (13)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document