Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Cappuccino Cincau 5
Tutor by: Menhard dibaca:4547 kali, Posted on 2012-03-06 01:57:48

Cappuccino Cincau  5

Suatu sore saya mengantarkan anak  untuk membeli Cappuccino Cincau. “Pah, tolong antarin dong, Aq mo beli Cappuccino Cincau”, demikian permintaan anak saya yang bungsu.  “Boleh, papa antar. Tapi ada bonusnya dong, buat  papa?”. Saya mencoba mengajukan persyaratan. Terlihat anak saya terdiam sejenak, mungkin lagi  berfikir. Akhirnya dia mengambil keputusan,  “Hmmmm…. Ok. Pah. Tapi satu porsi aja ya?” Balasnya seraya memberikan persetujuan. 

Ketika sudah di dalam kendaraan saya bertanya:  “Cappuccino Cincau yang mana?”.  “Itu lho pah, yang deket itu, atau yang di jalan ini”,  katanya sambil menyebutkan jalan, dan tempat yang diinginkannya secara khusus. Padahal setahu saya, dan kebetulan  saya  sedang  semangat mengamati bisnis Cappuccino Cincau, sangat banyak pilihan penjual yang menyajikan minuman yang sedang “in” di Pekanbaru ini.  Menjadi tanda  tanya besar bagi saya, mengapa harus memilih penjual secara khusus?

Saya penasaran, dan mempertanyakan,” kan banyak penjual yang lain?”.  Saya mendapat jawaban pasti, “yang lain sudah dicoba, tetapi yang ini memiliki citarasa khas”.  Wadduuuuhhhhh…..

Saya mengartikan Cappuccino Cincau yang telah dipilih dan disebutkan anak saya tadi memiliki ke khususan dibanding  yang lain.  Sang Barista telah berhasil membuat komposisi bahan yang sangat pas, sehingga rasa khas yang diinginkan dari Cappuccino cincau ini “benar-benar hadir di lidah”.

Saya masih belum percaya, maklumlah anak saya masih kecil. Mungkin ini hanya selera anak-anak. Saya ambil jalan memutar, secara sengaja menelusuri jalan-jalan yang telah disebutkan si bungsu tadi. Memang ada benarnya yang dikemukakannya tadi, tempat-tempat yang disebutkannya memang ramai, dan pemesan antri. Artinya rasa tak pernah berdusta !.

Pada sebuah kesempatan, Pimpinan saya di kantor mengungkapkan sisi lain. Beliau karena keburu waktu, tidak sempat ngantri dan memilih membeli pada tempat lain yang berdekatan. Akhirnya beliau juga penasaran ingin mencicipi rasa khas Cappuccino Cincau yang pembelinya berjubel itu.

Karena penjual Cappuccino Cincau banyak, maka rasa adalah pembedanya. Rasa melambangkan kualitasnya.  Santosa (2006:54) menyebutkan sejatinya kualitas itu ada dua jenis, yakni : kualitas aktual (actual quality), dan kesan kualitas (perceived quality).  Menjelaskan kesan kualitas Zeithaml dalam Santosa (2006:54) menyatakan bahwa perceived quality adalah persepsi konsumen terhadap totalitas mutu dan keunggulan merek.  Untuk memenangkan persaingan, disamping dibutuhkan kualitas yang sesungguhnya, juga dibutuhkan rekayasa kesan kualitas (perception engineering). Kualitas aktual adalah realita, kesan kualitas adalah persepsi. Manakah yang lebih penting?  Ya, dua-duanya penting.  Di benak konsumen persepsi itu adalah realita (Santosa, 2006:55).  Dengan perumpamaan lain, seorang pencari kerja harus memiliki skil, dan harus ditunjang oleh performance. Bagaimana dengan Cappuccino Cincau tadi? Rasa yang enak tadi belum tentu langsung dirasakan oleh konsumen sebelum dia mencicipi. Performance yang ditujukkan melalui  kerapihan, kebersihan, dan desain tempat berjualan adalah bahagian dari perception engineering . Seperti sudah diungkapkan tadi actual quality + perceived quality merupakan rumusan yang dapat dipakai untuk memenangkan persaingan.



Loading...
 Komentar Lainnya (17)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document