Untitled Document
Untitled Document
Pekanbaru » Posting » EkBis & Manajemen
Cappuccino Cincau 2
Tutor by: Menhard dibaca:5211 kali, Posted on 2012-03-02 02:22:58


Cappucino Cincau 2

Sambil  menyedot Cappuccino Cincau, saya mencoba membolak-balik halaman buku pengantar bisnis. Dengan melihat bentuk-bentuk badan usaha, secara yuridis  Cappucino Cincau adalah perusahaan perseorangan. Fuad dkk (2001:65) mendefinisikan perusahaan perseorangan sebagai perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang.  Pendapat yang sama juga di kemukakan oleh Kismono (2001:93) bahwa perusahaan perseorangan adalah suatu organisasi bisnis yang kepemilikan dan pengelolaannya ditangani oleh satu orang. Kismono menambahkan badan usaha perseorangan pada umumnya merupakan sektor usaha mandiri yang mempekerjakan sedikit tenaga kerja dan berasal dari lingkungan terdekat.

Perusahaan perseorangan mudah mendirikannya, mudah juga membubarkannya.  Oh, itulah salah satu penyebab sebentar saja setelah Cappuccino  Cincau  dibuka di beberapa tempat, maka segera bermunculan ditempat-tempat lain. Apalagi setelah dibuka terlihat peminat penikmat Cappuccino Cincau ternyata membludak  (ditandai dengan pembeli yang harus ngantri dulu sebelum mendapatkan pesanannya). Banyaknya café Cappuccino cincau yang baru dibuka, jika kita hubungkan dengan pendapat Kismono (2001:10) yang menyebutkan banyak hal yang mendorong orang untuk berbisnis, dintaranya : pemenuhan keinginan dan kebutuhan konsumen; keuntungan usaha; pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan, maka pembukaan café Cappuccino Cincau yang menjamur itu menjadi sangat beralasan (diantaranya banyaknya konsumen yang ingin menikmati Cappuccino Cincau, dan gambaran keuntungan yang diperoleh melalui penjualan setiap gelas Cappuccino Cincau).

Keutungan menjual produk minuman yang dibuat sendiri sebenarnya lumayan menggiurkan. Satu gelas Es the bisa di jual Rp. 3.000,- sampai Rp 5.000,- (tergantung tempat dan lokasi jual). Dan cobalah kita hitung, berapa modal yang kita keluarkan untuk membuat segelas teh tersebut ?  kentungannya  fantastis bisa mencapai 50% ke atas. Nah, disitulah kadang-kadang pedagang makanan kita sering lupa menawarkan minuman pada saat seseorang memesan makanan pokok/utama.  Padahal dengan menawarkan minuman dan pengunjung akhirnya memesan minuman tentunya akah mendatangkan pendapatan tambahan…. Lho, cerita saya koq jadi merembet kemana-mana neh…  Tak apelah, kan masih ada relevansinya sedikit.

Akhirnya saya tahu juga kenapa cerita saya merembet, Cappuccino Cincau saya dah habis, tinggal cup plastik dan sedotannya saja lagi.  

Ada yang mau traktir?  (kl permintaan minta ditraktir udah ada neh…. Hehehehehehehe).



Loading...
 Komentar Lainnya (3)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document